Katakan Kepada Kaum Munafik, “Khilafah Pasti Berdiri!”

Posted: 14 Juli 2011 in Khilafah

Saudaraku, orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit akan berkata kepada Anda, “Apa Anda menduga bahwa apa yang Anda inginkan akan benar-benar terwujud? Apa Anda mengira Khilafah Islamiyah atau Daulah Islamiyah akan benar-benar berdiri? Semua itu tidak mungkin terwujud dan lebih mirip khayalan daripada kenyataan. Apa Anda berpikir bahwa Amerika Serikat, Rusia. Eropa dan Israel–yang merupakan musuh utama Islam dan Daulah Islamiyah–akan membiarkan hal itu terjadi?

Mereka juga akan berkata kepada Anda. “Anda sedang berjalan menuju fatamorgana. Anda tertipu. Anda tertipu oleh agama Anda.”

Jika memang mereka berkata seperti itu kepada Anda. ingatlah oleh Anda firman Allah SWT:

إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ غَرَّ هَؤُلاءِ دِينُهُمْ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Ingatlah ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata. “Mereka itu (kaum Mukmin) ditipu oleh agamanya.” Allah berfirman, Slope saja yang bertawakal kepada Al­lah, sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana (QS al­Anfal [8]: 49).

Katakanlah kepada mereka, “Khilafah Islamiyah pasti akan segera kembali meskipun banyak kesulitan dan tantangan.” Katakan pula kepada mereka, “Sesungguhnya tegaknya kembali Daulah Islamiyah adalah perkara yang tidak diragukan lagi. Sesungguhnya pertolongan Allah pasti datang.” Katakan juga kepada mereka, “Bahkan Allah akan menaklukan Roma untuk kaum Muslim, sebagaimana telah dijanjikan oleh Rasulullah saw. di dalam hadis sahih (HR Ahmad); sebagaimana halnya Konstantinopel juga ditaklukkan sebelum ini.”

Katakanlah kepada mereka:
Sesungguhnya kami berharap Allah memberikan kemenangan lebih dari itu, yaitu ditaklukkannya Kremlin (Rusia) dan Gedung Putih (Amerika Serikat). Sebab, kami bersama janji Allah:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih di antara kalian, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia pernah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka; dan akan mengubah keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku tanpa menyekutukan seseorang pun dengan-Ku (QS an-Nur [24]: 55).

Masalah kapan hal itu terjadi? Ini bukan tugas kita dan tidak dibebankan oleh Allah SWT kepada kita. Sebab, kita hanya diperintahkan untuk mengamalkan dan memperjuangkan agama ini, membela syariahnya, dan mencurahkan seluruh potensi untuk tujuan ini. Adapun hasilnya, itu urusan Allah SWT. Penyair bertutur:

Anda hanya menabur benih, bukan memetik hasilnya

Allah Pendukung terbaik bagi orang-orang yang berusaha

Katakan kepada mereka, orang-orang munafik, sebagaimana dikatakan Nabi Ya’qub as. kepada anak-anaknya setelah beliau kehilangan dua anak sekaligus, yakni Yusuf dan Bunyamin:

إِنِّي لأجِدُ رِيحَ يُوسُفَ لَوْلا أَنْ تُفَنِّدُونِ

Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf; sekiranya kalian tidak menuduhku lemah akal (Yusuf [12]: 94).

Katakan kepada mereka, “Kendati cobaan dan penderitaan datang bertubi-tubi, kami mencium aroma kebahagiaan, kemenangan dan kembalinya Khilafah Islamiyah, sekiranya kalian tidak menuduh kami lemah akal.”

Banyak orang akan berkata kepada Anda, “Kalian dari dulu memang kacau.”

Sesungguhnya dari dulu pun orang-orang munafik pernah berkata kepada para Sahabat setelah Perang Uhud, “Kembalilah kalian kepada agama kalian!”

Perkataan itu juga akan dikatakan oleh orang-orang munafik kepada orang-orang beriman pada setiap zaman dan tempat jika aktivis Islam mendapatkan musibah, atau hal-hal negatif terjadi pada mereka, atau mereka terancam di penjara, disiksa, dibunuh dan dilukai. Saat itu, mereka berkata kepada Anda, “Sudahlah, tinggalkan aktivitas dakwah kalian, karena agama inilah penyebab utama terjadinya rangkaian musibah yang menimpa kalian ini. Agama inilah yang menghilangkan masa depan kalian, menjebloskan kalian ke dalam jeruji penjara, mengusir kalian dari negeri kalian. Karena itu, tinggalkan saja agama kalian ini, yang menjadi biang seluruh musibah, niscaya kalian selamat dan beruntung.”

Jika mereka berkata seperti itu kepada kalian, katakan kepada mereka:

إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا

Sesungguhnya Allah membela orang-orang beriman (QS al-Hajj [22]:38).

Katakan kepada mereka:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang-orang yang menolong agama-Nya (QS al-Hajj [22]: 40).

Katakan pula kepada mereka:

وَمَا لَنَا أَلا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا

Mengapa kami tidak bertawakal kepada Allah, padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami'(QS Ibrahim [14]:12).

Katakan pula kepada mereka:

قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُمْ بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّهُ مِنْهَا وَمَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَعُودَ فِيهَا إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّنَا وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

Sungguh kami telah mengada-adakan kebohongan besar kepada Allah, jika kami kembali pada agama kalian, sesudah Allah melepaskan kami darinya. Kami tidak patut kernbali kepadanya, kecuali jika Allah Tuhan kami menghendakinya. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah saja kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan adil dan Engkau Pemberi keputusan terbaik (QS al-A’raf [7]: 89).

Orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit akan berkata kepada Anda sebagaimana dikatakan orang-orang munafik dulu tentang kaum Muslim korban kasus ar-Raji’. Mereka dijebak orang­orang musyrik. Ketika orang-orang munafik berkata, “Sungguh celaka korban ar-Raji’ itu. Mengapa mereka tidak menetap saja di rumah bersama keluarga dan tidak usah menunaikan tugas sahabat mereka?” (Diriwayatkan Ibnu Hisyam). Sahabat yang mereka maksud ialah Rasulullah saw.

Perkataan senada akan diucapkan kepada Anda, wahai aktivis Is­lam, setiap ada aktivis yang terbunuh, atau dipenjara, atau keluarganya diusir. Seketika itu juga, orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata, “Mengapa mereka tidak duduk-duduk di rumah dan menyusahkan diri dengan mengubah berbagai macam kemungkaran ini?”

Mereka juga akan berkata, “Seandainya para aktivis itu menetap di rumahnya masing-masing, berdiam din saja, lebih serius memikirkan masa depan mereka dan tidak usah berpikir mendirikan Daulah Islam!”

Jika Anda mendengar orang-orang munafik berkata seperti itu, hendaklah Anda ingat bahwa al-Quran pun pernah menggambarkan orang seperti itu jauh sebelum ini:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ

Di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu dan dipersaksikannya kepada Allah isi hatinya, padahal iu penantang paling keras (QS al-Baqarah [2]: 204).

Gambaran di atas tidak hanya berlaku bagi orang bersangkutan, tetapi juga berlaku pada para pengikut orang tersebut dan mereka yang berkata seperti itu pada setiap zaman dan tempat. Jika Anda mendengar perkataan seperti itu, katakan saja kepada mereka, ‘Tujuan kami adalah menegakkan agama dan mendirikan negara (dauah) adalah salah satu sarana untuk menagak-kan agama dan merealisaikan tujuan. Kami tidak mungkin mengorbankan tujuan demi merealisasi sarana.”

Katakan pula kepada mereka perkataan Khadijah binti Khuwalid ra.

kepada Rasulullah saw.,

“Bergembiralah Engkau. Demi Allah. Allah tidak akan menghinakanmu selamanya.” (HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Kepada siapa saja yang beramal untuk Islam dan ikhlas karena Allah SWT dalam seluruh amal perbuatan-nya, kami perlu mengatakan, “Selama kalian berada di atas kebenaran, bergembiralah, tidak perlu risau. Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan kalian. Sebab, kalian senantiasa melakukan silaturahmi, membela syariah dan akhlak mulia, memerangi akhlak tercela, berdakwah ke jalan Allah dengan konsep jelas, menyuruh hal-hal baik, melarang hal-hal mungkar, mengerjakan salat malam, melakukan shaum pada siang hari dan lain sebagainya.”

Jika Anda mendengar perkataan orang munafik seperti di atas, ingatlah nenek moyang mereka:

الَّذِينَ قَالُوا لإخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ. وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

Orang-orang yang berkata kepada saudara-saudara mereka dan mereka tidak turut pergi berperang, “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentu mereka tidak terbunuh,” katakanlah, “Tolaklah kematian dari diri kalian jika memang kalian orang-orang yang benar. Janganlah kalian mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki (QS Ali Imran [3]: 168-169).

Katakan kepada mereka, “Waraqah bin Naufal yang berusia tua pernah melewati Bilal bin Rabah yang sedang disiksa. Namun, dengan gagah berani Bilal bin Rabah terus-menerus dan berulang-ulang berkata, “Allah Maha Esa, Allah Maha Esa.” Waraqah bin Naufal berkata, “Allah Maha Esa, Allah Maha Esa. Demi Allah. wahai Bilal. Aku bersumpah kepada Allah jika kalian membunuh Bilal karena ucapan ini aku akan menjadikan tempat meninggal Bilal sebagai tempat keramat.” (Diriwayatkan lbnu Ishaq, dalam Ibn Hisyam, Sirah Ibn Hisydm, 1/318).

Renungkanlah oleh Anda pemahaman keislaman yang mendalam pada din Waraqah bin Naufal itu, padahal is tidak tahu tentang al-Quran dan hadis-hadis Rasulullah saw., sebelum meninggal dunia, kecuali sangat sedikit. Namun, kalbunya sangat bersih, ikhlas, steril dari hawa nafsu dan sunyi dan kemunafikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s