Janji Kemenangan bagi Kaum yang Beriman

Posted: 19 Juli 2011 in Motivasi

“Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi walinya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.”

AsbabunNuzul

Ibnu Jarir menceritakan ketika kaum muslimin mendapatkan kemenangan atas kaum kafir Quraisy Makkah pada pertempuran Badar. Mereka berkata kepada teman-teman dekatnya yang Yahudi, “Masuklah kamu sekalian ke agama Islam sebelum Allah menimpakan musibah kepadamu sebagaimana yang dialami oleh orang-orang kafir Quraisy.”

Tetapi Malik bin Shaif menjawab, “Kamu dapat mengalahkan orang-orang Quraisy karena mereka tidak memahami dan tidak mengerti strategi perang. Sekiranya kami mengumpulkan teman-teman dan menyusun kekuatan, tentu kamu tidak akan mungkin dapat mengalahkan kami.”Sehubungan dengan peristiwa itu, Allah swt menurunkan ayat di atas sebagai ketegasan tentang larangan mengambil kekasih orang-orang Yahudi dan Nasrani serta memerintahkan untuk mengambil pelindung selain Allah dan rasul-Nya.

Kegagalan tipu daya orang kafir

Adalah sebuah keniscayaan bahwa selamanya kaum kafir tidak rela jika ummat Islam menunjukkan tanda-tanda kemajuan. Mereka membuat seribu satu jebakan, tipu daya, rekayasa, fitnah, dan perlawanan, baik langsung maupun tidak, untuk memadamkan api Islam.

Penolakan dan perlawanan kaum kafir itu terjadi di sepanjang masa. Tidak seorang rasulpun yang sepi dari permusuhan kaum kafir. Tidak ada kemenangan yang diraih para pejuang Islam tanpa terlebih dahulu berjibaku dengan musuh. Akan tetapi dalam banyak kisah al-Qur’an, ummat Islam dihibur oleh Allah bahwa kesudahan dari semua kisah dan cerita itu adalah kemenangan Islam. Allah berpihak kepada kebenaran yang dibawa para nabi dan rasul-Nya.

Hal itu bisa dilihat dari keyakinan Nabi Musa ketika menghadapi tukang-tukang sihir Fir’aun. Musa as sangat yakin bahwa kekalahan pasti ada di pihak musuh. Allah pasti menampakkan kebenaran itu sebagai sesuatu yang unggul, mengalahkan segala yang salah, keliru, dan jahat. Dalam hal ini Allah berfirman, “Musa berkata, ‘Apa yang kamu lakukan itu tidaklah sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya.’ Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang berbuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).” (QS Yunus: 81-82)

Sebagaimana pejuang Islam yang berani berkorban, baik harta maupun jiwanya, orang-orang kafir juga tidak segan-segan membelanjakan hartanya untuk memperjuangkan kekafirannya. Jika di kalangan muslim ada sekelompok orang yang fanatik dan militan dalam memperjuangkan kebenaran Islam, maka pada golongan mereka ada juga sekelompok orang yang fanatik dengan kekafirannya. Jika kaya mereka tidak segan-segan mengorbankan hartanya, sebanyak-banyaknya.

Kepada mereka yang berjuang demi kekafirannya ini, Allah mengingatkan bahwa mereka akhirnya merugi. Apa yang mereka usahakan sia-sia, karena mereka akan dikalahkan oleh pasukan Islam. Allah berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian mereka menyesal, dan mereka akan dikalahkan” (QS al-Anfal: 36)

Kekalahan kaum kafir itu tidak saja ketika di akhirat, tapi sebagaimana yang dijanjikan Allah- ditimpakan sejak mereka di dunia. Ada dua kerugian yang diterima oleh mereka yang memperjuangkan kebathilan, yaitu kekalahan di dunia dan penyesalan di akhirat. Di dunia merugi, di akhirat apalagi. Allah berfirman, “Katakanlah kepada orang-orang kafir, ‘Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka jahanam. Dan itulah tempat seburuk-buruknya. Sesungguhnya ada tanda bagi kami pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) kaum muslim dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.” (QS Ali ‘Imran: 12-13)

Begitu gamblang Allah swt memberikan janji-janji-Nya kepada ummat Islam bahwa musuh-musuhnya pasti akan menemui kegagalan. Agama Allah pasti tetap bersinar walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya. Biarpun seluruh penduduk bumi yang kafir kepada Allah membuat rencana makar untuk menggulung Islam dari pentas dunia, Islam pasti tetap jaya. Justru mereka sendiri yang hancur berantakan.

Ketika Islam baru saja tumbuh di kota Makkah, para penguasa dan petinggi negara membuat rencana makar untuk membendung pertumbuhannya. Segala daya, pikiran, dan dana dikerahkan untuk membungkam Islam, tapi semua berakhir dengan kegagalan. Sebab, janji Allah pasti benar, bahwa orang-orang kafir pasti terkalahkan.

Pagi-pagi sekali sebelum ada tanda-tanda kemenangan sedikitpun juga, Allah sudah menurunkan wahyu-Nya kepada Rasulullah bahwa musuh besarnya akan mengalami kehancuran. Padahal saat itu Abu Lahab yang menjadi musuh bebuyutannya sedang giat-giatnya menyiksa, memfitnah, melukai, bahkan membunuh secara sistematis pengikut Muhammad. Ketika turun ayat ini Abu Lahab masih berkuasa, yang dengan kekuasaannya ia bisa berbuat apa saja kepada para pengikut risalah Muhammad.

Ayat ini tidak disembunyikan oleh Rasulullah, malah disebarluaskan. Bahkan sampai pula kepada sasarannya, yaitu Abu Lahab sendiri. Abu Lahab tertawa, marah, bercampur geram. Tapi di balik itu ia juga menyembunyikan rasa khawatir.

Ayat ini dibacakan kepada para sahabat, sebagaimana beliau membacakan ayat-ayat lain yang turun kepadanya. Tidak ada beban psikologis apapun juga, sebab beliau yakin kebenaran janji Allah swt. Bisa saja Abu Lahab sekarang sedang berkuasa, tapi dalam waktu yang telah ditentukan ia bakal menghadapi keputusan Allah. Dan benar, setelah beberapa tahun kemudian Abu Lahab mati mengenaskan, demikian juga istrinya.

Janji-janji Allah untuk menggagalkan segala rencana makar golongan kafir termuat dalam banyak ayat al-Qur’an maupun hadits Rasulullah. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, beri tangguhlah mereka barang sebentar.” (QS ath-Thariq: 15-17)

Kemenangan partai Allah

Janji kemenangan yang tersebar dalam banyak ayat al-Qur’an itu begitu meyakinkan, sehingga orang yang beriman pasti mempercayainya. Hanya mereka yang ragu saja yang sulit meyakini. Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah. Dia-lah yang menjaga dan memenangkannya atas seluruh agama yang ada di dunia. Biarpun semua penduduk memusuhinya, Islam pasti tetap tegak berdiri sampai akhir kehidupan nanti. Allah berfirman,

“Mereka berkehendak untuk memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS at-Taubah: 32-33)

Dalam hadist Shahih Muslim, Rasulullah menjelaskan maksud “segala agama” itu dengan sabdanya, “Sesungguhnya Allah telah memperlihatkan kepadaku bagian timur dan bagian baratnya, dan kekuasaan ummatku akan mencakup bumi yang aku lihat itu.”

Karena agama Islam sudah dijamin oleh Allah sendiri, maka secara otomatis mereka yang memperjuangkan agama Islam akan memperoleh kemenangan pula. Adalah tanggungan Allah untuk memberi pertolongan, sekaligus kemenangan kepada kaum mukminin yang benar-benar memperjuangkan agama-Nya. Allah berfirman, “Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS ar-Ruum: 47)

Luar biasa! Allah sampai mewajibkan dirinya untuk menolong kaum beriman. Jika Allah sudah memberikan pertolongan, siapa yang sanggup mencegahnya? Padahal ayat-ayat sejenis masih banyak sekali tersimpan di dalam kitab suci. Salah satunya berbunyi:

“Kemudian Kami selamatkan Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman. Demikian menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (QS Yunus: 103)

Pembelaan Allah terhadap kaum beriman ini logis dan wajar, sebab agama yang diperjuangkan adalah agama Allah. Musuh yang diperangi adalah musuh Allah. Mereka dapat disebut hizbullah. Merekalah yang mendapatkan kemenangan. Siapakah mereka itu? Allah menjawab dalam ayat-Nya:

“Kamu tidak mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (QS al-Mujadilah: 22)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s